Buntut Penggerudukan Rumah Usai Tudingan Ulama Munafik, Herri Pras Resmi Polisikan Atlet MMA Yudi Cahyadi cs
Peristiwa penggerudukan tersebut dipicu oleh konten video Herri Pras yang dinilai melontarkan pernyataan kontroversial dan narasi menghina ulama, secara khusus menyasar Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan Ustaz Abdul Somad (UAS).
fudin3 Nov 2026, 15.05 WIB 396 kali dibaca

Jakarta, berita kojulio - Kasus perseteruan antara pendiri Perguruan Pencak Silat Garuda Indonesia (PSGI) sekaligus konten kreator, Herri Pras, dengan rombongan praktisi bela diri berlanjut ke ranah hukum. Usai kediamannya di kawasan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, didatangi belasan orang pada Senin (2/11/2026), Herri Pras resmi melaporkan insiden tersebut ke Polres Bogor.
Peristiwa penggerudukan tersebut dipicu oleh konten video Herri Pras yang dinilai melontarkan pernyataan kontroversial dan narasi menghina ulama, secara khusus menyasar Ustaz Adi Hidayat (UAH) dan Ustaz Abdul Somad (UAS). Ketegangan memuncak saat atlet Mixed Martial Arts (MMA), Yudi Cahyadi, bersama rombongannya mendatangi rumah Herri.
Pertemuan di lokasi sempat diwarnai adu mulut dan ketegangan fisik. Herri Pras mengaku sempat diserang secara fisik dengan tindakan penendangan dan pemukulan usai dirinya menolak diajak duel tanpa syarat uji kepakaran keilmuan para tokoh agama yang menjadi akar persoalan.
Guna menghindari aksi main hakim sendiri, aparat kepolisian dari Polsek Gunung Putri yang menerima laporan via layanan Hotline 110 segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP). Petugas menenangkan situasi serta menevakuasi Herri Pras ke Mapolsek untuk mengamankan keselamatan jiwanya.
Update Terkini, Resmi Bawa ke Jalur Hukum
Perkembangan terbaru mengonfirmasi bahwa Herri Pras telah mengambil langkah tegas. Didampingi tim kuasa hukumnya, Herri melaporkan sekitar 20 orang yang mendatangi rumahnya atas dugaan tindakan dugaan intimidasi, persekusi, hingga penganiayaan ke Polres Bogor.
Beberapa nama dilaporkan secara khusus dalam berkas perkaranya, di antaranya:
Yudi Cahyadi (atlet MMA/wushu sanda).
Edwin Sanjaya (Pimpinan DPRD Kota Bandung sekaligus Ketua Pengprov Wushu Jabar) yang diduga turut berada di balik mobilisasi rombongan tersebut.
Herri Pras menegaskan bahwa perbedaan pandangan maupun perdebatan keilmuan seharusnya diselesaikan melalui mekanisme diskusi akademis atau jalur hukum, bukan dengan pengeroyokan fisik maupun aksi adu kekuatan.
Sementara itu, pihak Kepolisian Resort Bogor dan Polsek Gunung Putri saat ini tengah melakukan pemeriksaan serta pendalaman keterangan dari saksi-saksi dan mengumpulkan bukti-bukti rekaman video yang beredar di media sosial untuk menindaklanjuti laporan dugaan penganiayaan dan persekusi tersebut.
Belanja di KOJULIO
Lihat semuaBerita terkait

Tersangka Pembakaran Warung Mie Babi di Sukoharjo Ditangkap di Jebres Solo
7 Nov 2026

Nekat Lecehkan Perawat Wanita di Rumah Sakit, Pasien Pria di Bantul Ditetapkan Jadi Tersangka
6 Nov 2026

Sepele Hanya Karena Diduduki Saat Tidur, 5 Pembunuh Pria Bertangan Terborgol di Kendal Diringkus Polisi
5 Nov 2026

26 Orang Diamankan, Mesin Pembuat Ekstasi Disita
1 Nov 2026



