BNNP Aceh Temukan 18 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara, 4 Petugas Diduga Terlibat Diamankan

ladang ganja berukuran fantastis itu terdeteksi di dua lokasi utama, yaitu Dusun Alue Garut dan Dusun Cot Mancang, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

fudin29 Okt 2026, 07.25 WIB 1.025 kali dibaca

BNNP Aceh Temukan 18 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara, 4 Petugas Diduga Terlibat Diamankan
Foto: humas BNNP Aceh

Jakarta, berita kojulio — Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh bersama tim gabungan berhasil membongkar keberadaan ladang ganja seluas kurang lebih 18 hektare yang tersebar di wilayah Kabupaten Aceh Utara. Dalam operasi skala besar tersebut, petugas mengamankan empat orang yang diduga berperan sebagai petani tanaman terlarang tersebut.

Kepala BNNP Aceh, Dedy Tabrani, menyampaikan bahwa ladang ganja berukuran fantastis itu terdeteksi di dua lokasi utama, yaitu Dusun Alue Garut dan Dusun Cot Mancang, Desa Teupin Reusep, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara.

"Pengungkapan ladang ganja tersebut berlangsung dalam operasi gabungan pada Selasa (27/10/2026). Selanjutnya para terduga petani ganja tersebut diserahkan kepada Polres Lhokseumawe untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut," ujar Dedy di Banda Aceh, Rabu (28/10/2026).

Penyerahan keempat orang terduga dilakukan guna mendukung pengusutan peran dan pembuktian keterlibatan masing-masing dalam jaringan penanaman ganja sesuai proses hukum yang berlaku.

Operasi Menyasar Ketinggian 207 MDPL

Keberhasilan penemuan ladang ini berkat kerja keras sekitar 90 personel gabungan yang terdiri dari unsur BNNP Aceh, Polda Aceh, Satuan Brimob, hingga Polres Lhokseumawe.

Di lokasi penemuan yang berada pada ketinggian sekitar 207 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut, petugas mendapati ribuan batang tanaman ganja berusia dua hingga empat bulan. Tanaman tersebut tumbuh subur dengan tinggi berkisar antara satu hingga dua meter dan kerapatan jarak tanam sekitar setengah meter.

Hadiah Semangat Hari Sumpah Pemuda

Dedy menegaskan bahwa penindakan ini bertepatan dengan momentum bersejarah nasional, yakni Hari Sumpah Pemuda. Hal ini menjadi simbol perlawanan nyata terhadap peredaran gelap narkotika yang merusak masa depan generasi penerus.

"Pengungkapan ladang ganja bersamaan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda sebagai wujud komitmen BNNP Aceh dalam memperkuat semangat perjuangan generasi muda melawan narkoba serta mewujudkan Aceh bersih penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika," tegasnya.

Pihak BNNP Aceh mengajak seluruh elemen pemuda untuk tampil sebagai garda terdepan dan pelopor gerakan antinarkoba, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, kampus, hingga tingkat gampong (desa).

"Kami mengajak para pemuda bersatu melawan narkoba dan mengambil bagian dalam mewujudkan masa depan Aceh produktif, dan bersih narkoba," tambah Dedy.

Pengungkapan ini sekaligus mempertegas komitmen BNN dalam menggalakkan Gerakan Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Langkah penindakan tidak hanya difokuskan pada jalur peredaran, tetapi juga langsung memotong rantai produksi dari sumbernya melalui sinergi berkelanjutan bersama TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.

(sumber: kompas.com)

Bagikan berita ini WhatsAppFacebookX (Twitter)

Belanja di KOJULIO

Lihat semua

Berita terkait