100 Hari Memimpin BGN, Sudaryono Bongkar 3 Masalah Besar Program Makan Bergizi Gratis

"Hal pertama yang saya kaget adalah BGN kira-kira manpower-nya sekitar 700 orang, tetapi langsung mengendalikan kira-kira 27.000 dapur dengan infrastruktur pengawasan yang sangat minim," kata Sudaryono

fudin30 Okt 2026, 07.10 WIB 814 kali dibaca

100 Hari Memimpin BGN, Sudaryono Bongkar 3 Masalah Besar Program Makan Bergizi Gratis
foto:(Liputan6.com/Tisha Maulida Fazriah)

Jakarta, berita kojulio — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, membeberkan sejumlah masalah krusial dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai 100 hari menjabat. Tiga persoalan utama yang disorot meliputi minimnya pengawasan, maraknya praktik korupsi, hingga buruknya tata kelola di lapangan.

Sudaryono mengaku terkejut dengan ketimpangan antara jumlah sumber daya manusia (SDM) pengawas BGN dan jumlah dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang harus dikendalikan.

"Hal pertama yang saya kaget adalah BGN kira-kira manpower-nya sekitar 700 orang, tetapi langsung mengendalikan kira-kira 27.000 dapur dengan infrastruktur pengawasan yang sangat minim," kata Sudaryono dalam paparannya di Gedung Usmar Ismail Hall, Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Minimnya pengawasan tersebut dinilai membuka celah besar bagi praktik korupsi hingga ke tingkat operasional dapur. Bahkan, beberapa oknum dilaporkan kini telah masuk ke ranah hukum.

Selain korupsi, Sudaryono menyoroti lemahnya tata kelola internal. Ia mengungkapkan kasus di Riau, di mana seorang pemasok gas diberhentikan sepihak karena menolak memberikan uang imbalan (kickback). Kejanggalan lain juga ditemukan pada fasilitas dapur yang sama, di mana bagian atas gedung digunakan untuk memelihara sarang burung walet.

Mirisnya, kasus tersebut tidak dilaporkan oleh kepala dapur setempat yang merupakan pegawai PPPK ASN, melainkan oleh pihak luar.

"Orang yang harusnya membela negara dan BGN malah menyembunyikan kelemahan-kelemahan ini. Ini salah satu contoh buruknya tata kelola," tegasnya.

Tak hanya itu, Sudaryono juga menyentil lemahnya koordinasi BGN dengan pemerintah daerah (Pemda) yang selama ini terkesan top-down. Menurutnya, kepala daerah sering kali baru dilibatkan ketika timbul masalah seperti kasus keracunan makanan.

Ke depan, BGN berkomitmen melakukan pembenahan menyeluruh mulai dari standar kualitas dapur, kompetensi SDM, hingga transparansi koordinasi dengan Pemda demi menyukseskan program MBG.

Bagikan berita ini WhatsAppFacebookX (Twitter)

Belanja di KOJULIO

Lihat semua

Berita terkait