Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Pemerintah Pacu Kualitas SDM, Pariwisata, dan Akses Pembiayaan UMKM

Jakarta, berita kojulio - Memasuki dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2026, Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis ekonomi. Kementerian...

fudin22 Okt 2026, 19.34 WIB 1.002 kali dibaca

Dua Tahun Pemerintahan Presiden Prabowo Pemerintah Pacu Kualitas SDM, Pariwisata, dan Akses Pembiayaan UMKM
Foto, dok: ekon.go.id

Jakarta, berita kojulio - Memasuki dua tahun masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto pada 20 Oktober 2026, Pemerintah terus mempercepat pelaksanaan berbagai program strategis ekonomi. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menegaskan komitmen pemerintah untuk fokus pada tiga pilar utama: peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), akselerasi sektor pariwisata, serta perluasan akses pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Langkah integratif ini diambil guna meningkatkan produktivitas ekonomi nasional sekaligus memperluas kesempatan kerja dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi lulusan baru (fresh graduate) saat masuk ke pasar kerja adalah minimnya pengalaman profesional. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Pemerintah telah menggulirkan Program Pemagangan Nasional sejak Oktober 2025.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian, Haryo Limanseto, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk menjembatani kualifikasi lulusan dengan kebutuhan industri, BUMN, maupun instansi pemerintah.

"Lulusan primary atau yang baru lulus pertama, jika melamar pekerjaan pasti pertanyaan pertamanya adalah mengenai pengalaman kerja. Nah, inilah yang dijembatani dengan program magang," ujar Haryo.

Program Magang Nasional Tahap II pada 2026 dialokasikan dana sebesar Rp4,14 triliun dengan target 150.000 lulusan baru. Peserta mendapatkan fasilitas uang saku setara upah minimum dan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Pada 2026, anggaran pelatihan vokasi dialokasikan sebesar Rp2,12 triliun untuk 340.000 peserta (termasuk sasaran prioritas 220.000 lulusan SMK dan 50.000 pekerja terdampak PHK). Hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah berhasil dibina.

Untuk bidang pariwisata sebagai Motor Penggerak Ekonomi & Devisa, sepanjang tahun 2025, pariwisata menyumbang devisa sebesar USD18,28 miliar, mendukung 25,91 juta lapangan kerja, serta berkontribusi 3,97% terhadap PDB.

Tren positif ini berlanjut pada tahun 2026, wisatawan mancanegara (Januari–Agustus 2026) Tembus 10,58 juta kunjungan (naik 5,38% yoy).

Wisatawan Nusantara (Januari–Agustus 2026) mencapai 842,15 juta perjalanan (tumbuh 4,29% yoy).

Dari sisi devisa pariwisata Semester I-2026 mencatatkan angka USD8,43 miliar, sementara nilai investasi sektor pariwisata tumbuh pesat 16,64%.

Pemerintah terus membenahi kualitas destinasi, konektivitas, hingga keterlibatan masyarakat lokal agar dampak ekonomi sektor ini dirasakan secara merata di berbagai daerah.

Dan untuk UMKM sebagai tulang punggung ekonomi nasional, UMKM terus didukung agar mampu bersaing dan naik kelas melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang difokuskan pada sektor-sektor produktif.

"KUR tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tapi benar-benar mendorong usaha produktif untuk tumbuh dan naik kelas," kata Haryo.

Hingga 23 September 2026, realisasi penyaluran KUR telah mencapai Rp232,66 triliun dan berhasil menjangkau 3,61 juta debitur. Penyaluran ini diperkirakan menyerap dan mendukung hingga 10,83 juta tenaga kerja di seluruh Indonesia.

Capaian dari ketiga sektor tersebut menjadi modal optimisme bagi Pemerintah dalam membangun ketahanan ekonomi nasional yang lebih inklusif, produktif, dan berdaya saing. Kesinambungan program pemagangan, pelatihan vokasi, optimalisasi pariwisata, serta penguatan pembiayaan UMKM diharapkan mampu terus memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pada umumnya. (Sn)

Bagikan berita ini WhatsAppFacebookX (Twitter)

Belanja di KOJULIO

Lihat semua

Berita terkait