Tingkatkan Daya Saing UMKM, Pemkot Jakarta Utara Latih Pelaku Usaha Olah Pangan Alami Bermutu Tinggi

pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang untuk memperkuat daya saing produk lokal.

fudin28 Okt 2026, 05.52 WIB 1.011 kali dibaca

Tingkatkan Daya Saing UMKM, Pemkot Jakarta Utara Latih Pelaku Usaha Olah Pangan Alami Bermutu Tinggi
foto hanya ilustrasi ai

JAKARTA, berita kojulio — Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Utara menggelar pelatihan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) setempat guna meningkatkan kualitas produk serta mendorong inovasi kuliner berbahan dasar pangan alami. Langkah ini diharapkan dapat memperluas peluang pasar sekaligus meningkatkan pendapatan para pelaku usaha.

Kasudin Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (KPKP) Kota Jakarta Utara, Novy Christine Palit, menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan agenda rutin tahunan yang dirancang untuk memperkuat daya saing produk lokal.

“Tak sekadar belajar memasak, para peserta diajak mengubah bahan pangan hewani menjadi produk kuliner yang lebih variatif, menarik, dan memiliki nilai jual,” ujar Novy di Jakarta, Selasa. Menurutnya, keterampilan baru ini akan menjadi bekal penting bagi peserta untuk memperkaya menu dagangan mereka.

Pelatihan Olahan Protein Hewani dan Bantuan Peralatan

Pelatihan yang memasuki gelombang kedua ini diikuti oleh para peserta dari Kecamatan Koja, Cilincing, dan Penjaringan. Sebelumnya, kegiatan serupa telah sukses dilaksanakan di kawasan Danau Sunter Selatan dengan melibatkan 30 peserta yang berasal dari Kecamatan Tanjung Priok, Kelapa Gading, dan Pademangan.

Dalam sesi pelatihan, para peserta mendapatkan bimbingan praktis secara langsung dari praktisi kuliner Politeknik Jakarta Internasional, Chef Gita Mutiara Annisa. Tiga menu olahan kaya protein hewani yang dipraktikkan bersama meliputi:

Bitterballen berisi daging ayam.

Karipap isi ayam dan sayuran.

Kroket kentang dengan isian daging sapi.

Guna mendukung produktivitas, para peserta juga mendapatkan bantuan alat produksi berupa chopper (mesin pencacah). Bantuan ini diharapkan mampu mempercepat proses persiapan bahan dan meningkatkan efisiensi produksi saat diterapkan dalam usaha harian mereka.

Dorong Ketahanan Gizi dan Pendampingan Berkelanjutan

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Kota Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, menilai pelatihan ini efektif mengawinkan peluang ekonomi dengan pemenuhan gizi masyarakat.

“Menu ini pasti disukai anak-anak karena kaya protein hewani. Selain mendatangkan keuntungan ekonomi, olahan tersebut dapat membantu memperkuat ketahanan gizi keluarga,” ungkap Wawan.

Meski demikian, Wawan menegaskan pentingnya pendampingan secara berkelanjutan agar ilmu yang diperoleh tidak berhenti sebatas kegiatan pelatihan.

“Pendampingan harus berlanjut, mulai dari standardisasi rasa, legalitas perizinan, hingga akses pemasaran, agar para pelaku usaha benar-benar naik kelas dan mandiri,” tegasnya.

Bagikan berita ini WhatsAppFacebookX (Twitter)

Belanja di KOJULIO

Lihat semua

Berita terkait