Berakhir Damai, Polemik Makam 41 Tahun Dipindah di Bekasi Jadi Pengingat Pentingnya Toleransi Pilkades

Video pembongkaran kuburan di Kampung Cap Jaya, Desa Lenggah Jaya, sempat menghebohkan warganet di media sosial

fudin30 Okt 2026, 08.56 WIB 806 kali dibaca

Berakhir Damai, Polemik Makam 41 Tahun Dipindah di Bekasi Jadi Pengingat Pentingnya Toleransi Pilkades
foto ilustrasi

Jakarta, berita kojulio — Proses demokrasi semestinya menjadi ajang pembelajaran mengenai toleransi dan saling menghargai antarsesama warga. Namun, tensi politik dalam pemilihan kepala desa (pilkades) di Cabangbungin, Kabupaten Bekasi, sempat meninggalkan cerita pelik berupa pemindahan makam yang telah berusia 41 tahun.

Video pembongkaran kuburan di Kampung Cap Jaya, Desa Lenggah Jaya, sempat menghebohkan warganet di media sosial. Pemindahan tersebut dilakukan menyusul konflik personal yang berakar dari ketersinggungan saat perhelatan pilkades berlangsung.

Pemilik lahan kuburan yang merasa tersinggung oleh ejekan kubu pendukung tertentu meminta agar makam almarhum orang tua dari pihak lawan dipindahkan dari tanah pribadinya. Konflik horizontal ini sempat dikhawatirkan melebar sebelum akhirnya ditengahi oleh aparat setempat.

Berkat upaya mediasi yang mempertemukan kedua belah pihak, ketegangan berhasil diredam. Dicapai kesepakatan damai di mana pihak ahli waris rela memindahkan makam ke area pemakaman keluarga.

Aparat keamanan memastikan bahwa proses pemindahan jenazah pada Minggu (25/10) lalu dihadiri langsung oleh perangkat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa, serta berlangsung dengan aman, tertib, dan tanpa hambatan.

"Sampai saat ini situasinya kondusif dan sudah selesai sih permasalahannya. Nggak ada imbas dari permasalahan itu. Nggak, nggak ada keberatan dia untuk dipindahkan itu," pungkas pihak kepolisian. Kasus ini sekaligus menjadi pelajaran penting agar perbedaan pilihan politik tidak merusak kerukunan jangka panjang antarwarga.

Bagikan berita ini WhatsAppFacebookX (Twitter)

Belanja di KOJULIO

Lihat semua

Berita terkait