Tegas! Presiden Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Asing Pelanggar Karhutla
"Siapapun kalau dia melanggar sudah lah cabut saja, saya cabut nanti," ujar Prabowo.
fudin22 Okt 2026, 21.05 WIB 1.054 kali dibaca

JAKARTA, berita kojulio — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan sikap tegas pemerintah terhadap perusahaan pemegang konsesi yang berulang kali melakukan pelanggaran terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemerintah tidak akan ragu menjatuhkan sanksi pencabutan izin tanpa pandang bulu, termasuk kepada perusahaan asing.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan sambutan pembuka dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
Dalam arahannya, Prabowo menyoroti adanya indikasi keterlibatan banyak perusahaan asing yang memegang konsesi belasan tahun namun melakukan pelanggaran secara berulang. Ia menyebutkan pelanggaran terjadi mulai dari 2 hingga 3 kali, bahkan ada yang mencapai belasan hingga 19 kali.
Melihat kondisi tersebut, Kepala Negara menilai tidak ada alasan bagi pemerintah untuk ragu atau takut mengambil tindakan tegas.
"Siapapun kalau dia melanggar sudah lah cabut saja, saya cabut nanti," ujar Prabowo.
Presiden juga menyinggung adanya negara-negara yang kerap mengkritik atau mengolok-olok Indonesia, padahal perusahaan asal negara tersebut turut bertanggung jawab atas karhutla yang terjadi di Tanah Air. Terkait hal ini, pemerintah menyatakan akan segera membuka identitas perusahaan-perusahaan yang dinilai harus bertanggung jawab pada waktu yang tepat.
Meski penanganan karhutla selama ini telah melibatkan pengerahan besar-besaran dari unsur kepolisian, TNI, hingga pemerintah daerah, dampaknya tetap dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama kesehatan anak-anak di wilayah terdampak.
Sebagai tindak lanjut pencabutan izin konsesi, Prabowo mendorong agar pemerintah daerah bersama perguruan tinggi dapat menyiapkan sumber daya manusia (SDM) muda untuk mengambil alih pengelolaan perkebunan tersebut.
Ia meyakini bahwa anak-anak muda Indonesia memiliki kemampuan yang mumpuni untuk mengelola lahan-lahan tersebut secara mandiri atas dasar kecintaan terhadap tanah air.
"Masa orang Indonesia nggak bisa mengelola perkebunan-perkebunan itu? Mungkin lebih baik kita kelola daripada mereka. Karena kita cinta tanah air kita," tutupnya.(Sn)
Belanja di KOJULIO
Lihat semuaBerita terkait

Ikhtiar Kebangkitan Partai Persatuan Pembangunan
7 Nov 2026

Sudahkah Anda Terdaftar di BSU 2026 Yang Akan Cair
7 Nov 2026

Ketika Takdir Politik Gibran Diuji dan Peta Suksesi Bergulir
7 Nov 2026

Bayang-Bayang Pembatas di Balik Senyum Kekuasaan, Membaca Relasi Jokowi, Prabowo, dan Gibran
7 Nov 2026



