Resmikan Gereja Advent Cililitan yang Tertahan 25 Tahun, Pramono Anung Minta Izin Rumah Ibadah Dipercepat

Peresmian ini menjadi momen bersejarah setelah proses perizinan pembangunan tempat ibadah tersebut memakan waktu berlarut-larut hingga 25 tahun.

fudin26 Okt 2026, 07.45 WIB 1.188 kali dibaca

Resmikan Gereja Advent Cililitan yang Tertahan 25 Tahun, Pramono Anung Minta Izin Rumah Ibadah Dipercepat
photo Dessy Suciati - Beritajakarta.id

JAKARTA, berita kojulio— Gubernur DKI Jakarta, meresmikan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh Jemaat Taman Harapan Jakarta (GMAHK Taman Harapan Jakarta) di kawasan Cililitan, Jakarta Timur, pada Minggu (25/10/2026). Peresmian ini menjadi momen bersejarah setelah proses perizinan pembangunan tempat ibadah tersebut memakan waktu berlarut-larut hingga 25 tahun.

Dalam sambutannya, Pramono menekankan pentingnya efisiensi birokrasi Pemprov DKI Jakarta, khususnya terkait penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) untuk rumah ibadah. Ia meminta seluruh jajarannya, termasuk para wali kota, untuk memberikan perhatian khusus agar proses perizinan tidak lagi mengalami penundaan yang lama.

"Maka saya menyampaikan kepada jajaran wali kota, kita untuk memberikan perhatian secara khusus agar proses pembangunan yang seperti ini tidak berlarut-larut dan berkepanjangan," ujar Pramono.

Gubernur berharap keberadaan GMAHK Taman Harapan Jakarta dapat menghadirkan suasana yang sejuk, damai, dan tenteram bagi seluruh jemaat.

"Dan untuk itu mari kita rawat bersama gereja ini agar saudara-saudara sekalian dalam doa-doa yang dipanjatkan mendapatkan kedamaian, ketenteraman, dan sekaligus keyakinan," ungkapnya.

Pramono juga menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi pemimpin yang menaungi seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis. Hal ini dibuktikan melalui konsistensi Pemprov DKI Jakarta dalam mendukung dan menyelenggarakan berbagai peringatan hari besar keagamaan secara inklusif, seperti Christmas Colosal, Imlek, Nyepi, hingga Hari Raya Idulfitri.

Menurut Pramono, tingginya tingkat toleransi di Jakarta berkontribusi positif terhadap kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan. Hal tersebut tercermin dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) DKI Jakarta yang berada di posisi tertinggi secara nasional.

"Hal itu tercermin dalam yang berkaitan dengan keagamaan, kesehatan, pendidikan, dan kemasyarakatan, kita tertinggi karena apa? Toleransinya sudah dianggap sebagai sebuah provinsi dengan toleransi yang tertinggi," tandasnya.

Mengakhiri arahannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat harmoni dan kehidupan beragama yang toleran di Jakarta agar kedamaian dapat dirasakan oleh seluruh warga. (Sn)

Bagikan berita ini WhatsAppFacebookX (Twitter)

Belanja di KOJULIO

Lihat semua

Berita terkait