Peluang Kerja dan Prioritas Warga Lokal di Jakarta

"Jakarta ini rumah kita, tapi kalau tidak ada keberpihakan yang nyata, warga lokal cuma akan jadi penonton di tanah kelahirannya sendiri," ujar Ladunni saat dihubungi.

fudin2 Nov 2026, 08.48 WIB 559 kali dibaca

Peluang Kerja dan Prioritas Warga Lokal di Jakarta
foto : istimewa

Jakata, berita kojulio - Tingginya angka kepadatan penduduk serta arus migrasi yang masif ke Ibu Kota kembali menjadi sorotan serius. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong untuk segera mengambil langkah komprehensif guna mengatasi tantangan penyediaan lapangan pekerjaan, sekaligus memberikan prioritas nyata bagi warga lokal agar tidak tersisih di tanah sendiri.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2020, tingkat kepadatan penduduk Jakarta telah mencapai sekitar 16.000 jiwa per kilometer persegi. Kondisi ini diperparah dengan angka migrasi masuk yang berada di kisaran angka serupa.

Menanggapi persoalan tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian, menilai bahwa lonjakan jumlah penduduk wajib diimbangi dengan ketersediaan lapangan kerja yang memadai. Menurutnya, tekanan ekonomi yang terus meningkat menuntut pemerintah untuk bergerak cepat.

"Pembukaan lapangan pekerjaan baru menjadi salah satu langkah penting untuk mengatasi persoalan tersebut. Namun, upaya itu juga perlu dibarengi kebijakan yang dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja agar masyarakat Jakarta mampu bersaing dalam memperoleh pekerjaan," ujar Justin dalam keterangannya, dikutip Senin (2/11/2026).

Ia menambahkan, Pemprov DKI perlu memperluas akses masyarakat terhadap berbagai peluang ekonomi agar warga memiliki kesempatan lebih besar dalam meningkatkan taraf hidup. Justin berharap penanganan pengangguran tidak sebatas pada penciptaan lapangan kerja semata, melainkan melalui kebijakan berkelanjutan yang memperkuat kesejahteraan warga Jakarta secara menyeluruh.

Jangan Jadi Penonton di Rumah Sendiri

Persoalan kesempatan kerja ini menuai tanggapan keras dari kalangan pemuda. Tokoh Aktivis Muda Betawi, Ladunni, menegaskan bahwa perlindungan dan keberpihakan terhadap warga lokal harus menjadi prioritas utama kebijakan ketenagakerjaan di Jakarta.

Menurutnya, arus migrasi adalah sebuah keniscayaan bagi kota metropolitan, namun pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral dan regulatif untuk melindungi warga aslinya.

"Jakarta ini rumah kita, tapi kalau tidak ada keberpihakan yang nyata, warga lokal cuma akan jadi penonton di tanah kelahirannya sendiri," ujar Ladunni saat dihubungi.

"Kita tidak menolak pendatang, tapi kita minta kesetaraan kesempatan. Pemprov DKI harus berani menerapkan regulasi yang mewajibkan industri menyerap tenaga kerja ber-KTP DKI, sekaligus memperkuat pelatihan vokasi yang relevan dengan kebutuhan pasar saat ini. Kesejahteraan warga Jakarta tidak boleh tergerus hanya karena kita kalah start dalam akses informasi dan keterampilan," tambahnya.

Desakan ini memperkuat urgensi agar Pemprov DKI Jakarta segera merumuskan kebijakan afirmatif mulai dari pengetatan regulasi penyerapan tenaga kerja lokal, penguatan program vokasi di tingkat kecamatan, hingga perluasan akses ekonomi kerakyatan agar pertumbuhan ekonomi Jakarta berjalan seiring dengan kesejahteraan masyarakat aslinya.

Bagikan berita ini WhatsAppFacebookX (Twitter)

Belanja di KOJULIO

Lihat semua

Berita terkait