Koops TNI Habema Tembak Mati Dua Anggota OPM di Nduga, Amankan Uang Tunai hingga Senjata
Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika tim patroli wilayah tengah menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman warga.
fudin26 Okt 2026, 07.23 WIB 1.193 kali dibaca

JAKARTA, berita kojulio — Satuan Tugas (Satgas) Rajawali VI Den 1 Komando Operasi (Koops) TNI Habema menembak mati dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap III/Ndugama-Nderakma. Kontak tembak tersebut terjadi di sekitar Kampung Nonggoloit, Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, pada Jumat (23/10/2026).
Pangkoops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, menjelaskan bahwa insiden bermula ketika tim patroli wilayah tengah menindaklanjuti informasi mengenai keberadaan kelompok bersenjata di sekitar permukiman warga. Saat petugas melakukan pemeriksaan wilayah, kelompok tersebut dilaporkan melepaskan tembakan ke arah aparat, sehingga memicu kontak tembak.
"Setelah situasi terkendali, tim menemukan dua orang yang diduga anggota kelompok bersenjata meninggal dunia di lokasi kejadian. Sejumlah anggota lainnya dilaporkan melarikan diri meninggalkan lokasi. Identitas kedua korban saat ini masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut," ujar Brigjen TNI Riyanto dalam keterangannya, Senin (26/10/2026).
Dalam operasi tersebut, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat kejadian, di antaranya:
• Dua pucuk senapan angin
• Busur dan anak panah
• Senjata tajam
• 18 unit telepon seluler
• Perangkat komunikasi Handy Talky (HT)
• Berbagai dokumen dan atribut kelompok
• Uang tunai senilai Rp88 juta
Seluruh barang bukti tersebut kini telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Prioritaskan Keselamatan Masyarakat
Brigjen TNI Riyanto menegaskan bahwa setiap tindakan yang diambil oleh para prajurit senantiasa dilaksanakan secara selektif, terukur, profesional, dan sesuai dengan aturan pelibatan (rules of engagement), dengan menjadikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama.
"Kami menyayangkan adanya korban jiwa dalam peristiwa ini. Setiap nyawa memiliki nilai yang harus dihormati. Namun, setiap ancaman bersenjata terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas dan profesional," tegasnya. "Tujuan utama kami adalah menjaga keamanan agar masyarakat dapat menjalani kehidupannya tanpa rasa takut."
Selain itu, Pangkoops TNI Habema menginstruksikan agar penanganan jenazah dilakukan secara layak dan bermartabat. Proses ini dikoordinasikan dengan pihak berwenang, keluarga, serta tokoh masyarakat setempat, dengan tetap menghormati adat istiadat dan ketentuan hukum yang berlaku.
Di akhir keterangannya, Brigjen TNI Habema turut membuka pintu bagi anggota kelompok bersenjata yang masih berada di dalam hutan dan pegunungan untuk kembali ke tengah masyarakat.
"Kepada saudara-saudara kita yang masih berada di hutan dan pegunungan, jalan untuk kembali kepada keluarga dan masyarakat tetap terbuka. Mari kita hentikan kekerasan dan bersama-sama membangun kehidupan yang lebih baik bagi generasi Papua," pungkasnya.
Koops TNI Habema berkomitmen untuk terus mengamankan wilayah Nduga guna memastikan aktivitas warga, layanan publik, serta roda perekonomian dan sosial dapat berjalan dengan normal dan damai. (Sn)
Belanja di KOJULIO
Lihat semuaBerita terkait

Ikhtiar Kebangkitan Partai Persatuan Pembangunan
7 Nov 2026

Sudahkah Anda Terdaftar di BSU 2026 Yang Akan Cair
7 Nov 2026

Ketika Takdir Politik Gibran Diuji dan Peta Suksesi Bergulir
7 Nov 2026

Bayang-Bayang Pembatas di Balik Senyum Kekuasaan, Membaca Relasi Jokowi, Prabowo, dan Gibran
7 Nov 2026



