Kisah Pilu Keluarga Mantan Orang Kaya di Bandung: Jatuh Miskin hingga Berjuang Melawan Gangguan Kejiwaan
"Awalnya orang tua mereka memang sukses dan kaya. Tiba-tiba ekonominya jatuh, ayahnya stres. Kemudian Erna (anak) ikut stres, diperparah perceraian orang tua sehingga berimbas ke yang lain," ungkap Yasa.
fudin30 Okt 2026, 09.09 WIB 803 kali dibaca

Jakarta, berita kojulio — Roda kehidupan yang berputar drastis membawa duka mendalam bagi sebuah keluarga di Kampung Sukanagara, RT 01/RW 06, Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Keluarga yang dulunya dikenal hidup berkecukupan dan terpandang tersebut kini harus berjuang di tengah kemiskinan dan gangguan kesehatan mental.
Kisah memprihatinkan ini mendadak viral di media sosial setelah beredarnya rekaman video yang memperlihatkan kondisi rumah mereka yang kumuh, momen persalinan sang ibu, hingga proses penanganan oleh petugas setempat.
Sekretaris Desa (Sekdes) Mekarsari, Yasa, membenarkan bahwa keluarga Cucu Jubadah (Ibu Cucu) merupakan warganya. Yasa menjelaskan, masalah kejiwaan yang dialami mayoritas anggota keluarga tersebut bukanlah penyakit bawaan lahir, melainkan dampak guncangan ekonomi parah serta perceraian orang tua.
Dahulu, sang ayah merupakan pengusaha sukses yang memanjakan anak-anaknya. Namun, ketika roda bisnisnya bangkrut dan berujung perceraian, kondisi mental anggota keluarga mulai goyah satu per satu.
"Awalnya orang tua mereka memang sukses dan kaya. Tiba-tiba ekonominya jatuh, ayahnya stres. Kemudian Erna (anak) ikut stres, diperparah perceraian orang tua sehingga berimbas ke yang lain," ungkap Yasa.
Kondisi tersebut berdampak pada anak-anak Ibu Cucu, yakni Ogi Umaedi, Erna Maryana, dan Melinda Ulhusna. Ogi yang sempat merantau ke Lampung dan kembali ke rumah bersama istrinya, Indah Triyanti, kini kerap mengalami delusi dan mengaku sebagai pejabat. Sementara itu, Indah yang tinggal di lingkungan penuh tekanan mental dan kotor turut mengalami penurunan kesehatan jiwa.
Tekanan fisik semakin terasa karena rumah berukuran 4x5 meter yang sangat sempit dan kotor tersebut harus dihuni oleh delapan orang sekaligus. Lingkungan rumah yang kurang layak juga mengancam tumbuh kembang anak-anak Ogi, terutama Fahri Syahreza (5) yang sempat terisolasi dan takut melihat orang asing.
Usai laporan intensif disampaikan pihak desa, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bandung langsung turun tangan memberikan penanganan darurat. Indah Triyanti bersama bayinya yang baru lahir secara caesar telah dievakuasi ke UPTD Kesehatan sebelum dirujuk ke pusat rehabilitasi di Ciranjang.
Sementara itu, Ogi, Erna, dan Melinda kini diproses untuk mendapatkan perawatan medis terpadu di balai rehabilitasi kejiwaan. Pemerintah Desa Mekarsari menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi anak-anak Ogi, termasuk mengupayakan pendidikan yang layak bagi Akbar Rizky (kelas 4 SD) melalui program Sekolah Rakyat.
Belanja di KOJULIO
Lihat semuaBerita terkait

Ikhtiar Kebangkitan Partai Persatuan Pembangunan
7 Nov 2026

Sudahkah Anda Terdaftar di BSU 2026 Yang Akan Cair
7 Nov 2026

Ketika Takdir Politik Gibran Diuji dan Peta Suksesi Bergulir
7 Nov 2026

Bayang-Bayang Pembatas di Balik Senyum Kekuasaan, Membaca Relasi Jokowi, Prabowo, dan Gibran
7 Nov 2026



