Karhutla Kembali Membara di Kotawaringin Barat, Tim Gabungan Berjibaku Lakukan Pendinginan
tim gabungan dikerahkan secara darurat untuk menangani kebakaran yang melanda kawasan Jalan A Yani KM 11 (sekitar Gapura Selamat Datang) serta kawasan Riang RT 34, Kelurahan Baru
fudin29 Okt 2026, 07.16 WIB 907 kali dibaca

Jakarta, berita kojulio — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali, memicu kekhawatiran di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Meski jumlah titik api secara keseluruhan mulai berkurang, petugas gabungan tetap harus berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan intensif di sejumlah titik guna mencegah api kembali membesar.
Berdasarkan laporan, tim gabungan dikerahkan secara darurat untuk menangani kebakaran yang melanda kawasan Jalan A Yani KM 11 (sekitar Gapura Selamat Datang) serta kawasan Riang RT 34, Kelurahan Baru, pada Rabu malam (28/10/2026).
"Kemunculan titik api di Jalan A Yani KM 11 dan kawasan Riang RT 34, Kelurahan Baru, menjadi perhatian tersendiri. Petugas bergerak melakukan penanganan agar api tidak meluas dan mengancam area di sekitarnya," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kobar, Samuel, Rabu malam.
Penanganan di lapangan melibatkan sinergi lintas elemen yang solid. Unsur yang terlibat meliputi Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, hingga Lurah Baru beserta jajarannya.
Gerakan ini juga diperkuat oleh partisipasi aktif Banser, Huma Singgah Itah, Masyarakat Peduli Api (MPA) Kelurahan Baru, warga setempat, serta relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) di bawah koordinasi Amat.
"Kolaborasi petugas, relawan, and masyarakat diperlukan untuk mempercepat penanganan kebakaran, sekaligus memastikan kondisi lokasi tetap terkendali setelah api berhasil dipadamkan," imbuh Samuel.
Krusialnya Tahap Pendinginan
Bagi wilayah dengan karakteristik lahan gambut, pemadaman api di permukaan saja belum cukup. Tahap pendinginan menjadi langkah paling krusial untuk memastikan tidak ada bara tersisa.
Bara yang masih tersembunyi di dalam lapisan gambut atau material kering berpotensi besar kembali menyala jika tidak ditangani secara menyeluruh. Oleh karena itu, pemantauan ketat terus dilakukan di area pascakebakaran, utamanya di titik-titik yang masih mengeluarkan asap.
Sebagai catatan, pada Selasa (27/10/2026) sebelumnya, terpantau ada 22 titik api di wilayah Kobar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 titik berada di dalam kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), sementara dua titik lainnya terdeteksi di sepanjang jalur Pangkalan Bun-Kolam.
Imbauan untuk Masyarakat
Meski jumlah titik api berangsur berkurang, situasi belum sepenuhnya aman. BPBD Kobar mengimbau masyarakat agar tidak lengah dan segera melaporkan kepada petugas apabila melihat kepulan asap mencurigakan atau tanda-tanda kebakaran di lingkungan sekitar.
"Warga juga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tetap waspada terhadap potensi kebakaran susulan," pungkasnya.
Belanja di KOJULIO
Lihat semuaBerita terkait

Ikhtiar Kebangkitan Partai Persatuan Pembangunan
7 Nov 2026

Sudahkah Anda Terdaftar di BSU 2026 Yang Akan Cair
7 Nov 2026

Ketika Takdir Politik Gibran Diuji dan Peta Suksesi Bergulir
7 Nov 2026

Bayang-Bayang Pembatas di Balik Senyum Kekuasaan, Membaca Relasi Jokowi, Prabowo, dan Gibran
7 Nov 2026



