Istana Sebut Penyadapan Presiden Prabowo Mengarah ke Aksi Makar, TNI Terjunkan Pasukan Siaga di Jakarta.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kebocoran data sensitif dari Kepala Negara dapat berakibat fatal bagi kedaulatan wilayah NKRI.
fudin4 Nov 2026, 14.22 WIB 406 kali dibaca

Jakarta, berita kojulio - Istana Kepresidenan angkat bicara secara tegas menanggapi kasus penyadapan ilegal dan akses tanpa izin (illegal access) yang menyasar Presiden RI Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat negara. Pemerintah menilai perbuatan yang melibatkan oknum perwira tinggi Polri tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum biasa, melainkan telah masuk dalam kategori tindakan makar yang mengancam keselamatan pimpinan dan kedaulatan negara.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa kebocoran data sensitif dari Kepala Negara dapat berakibat fatal bagi kedaulatan wilayah NKRI.
"Kami berpendapat apa yang dilakukan ini sudah masuk kategori bisa kita anggap mengarah ke perbuatan makar. Ini juga mengarah ke perbuatan yang membahayakan keselamatan kepentingan negara, termasuk membahayakan keselamatan pimpinan negara," tegas Prasetyo dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Faktor Teknis dan Motif Masih Didalami
Prasetyo membeberkan bahwa kecurigaan serius pemerintah didasari oleh tindakan sistematis para oknum, mulai dari penyadapan tanpa prosedur resmi, akses ilegal, hingga upaya penghilangan barang bukti elektronik (log system).
"Kalau melakukan tindak penyadapan, penghilangan barang bukti elektronik, illegal access untuk sesuatu yang sebenarnya sudah diatur di dalam peraturan perundang-undangan dan ini menyangkut Kepala Negara serta pejabat negara, ini kan sesuatu yang luar biasa. Jadi kita tidak mengerti juga apa yang menjadi motif dan tujuannya," terangnya.
Kendati demikian, Mensesneg mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir. Ia memastikan bahwa tindakan ilegal ini hanya dilakukan oleh segelintir oknum dan telah berkoordinasi dengan Kapolri agar pelayanan publik oleh kepolisian tetap berjalan optimal.
Tiga Jenderal Jadi Tersangka, Bareskrim Periksa Saksi SU
Sebelumnya, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri resmi menetapkan tiga perwira tinggi kepolisian sebagai tersangka, yakni berinisial LSP, ASN, dan EH. Ketiganya kini telah ditahan di Rutan Mabes Polri. Sementara satu pejabat tinggi lainnya berinisial SU masih menjalani pemeriksaan intensif sebagai saksi.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Asep Safrudin menyampaikan bahwa penetapan tersangka dilakukan berbasis pembuktian ilmiah (Scientific Crime Investigation).
"Berdasarkan hasil penyelidikan secara Scientific Crime Investigation dan proses manajemen penanganan perkara, penyidik telah menetapkan 3 orang tersangka dengan inisial LSP, ASN, dan EH. Sementara 1 orang lagi masih dalam pemeriksaan sebagai saksi yaitu saudara SU," ujar Komjen Asep di Jakarta, Selasa (3/11/2026).
TNI Bergerak, Pasukan Tiga Matra Disiagakan di Ibu Kota
Di tengah memanasnya situasi politik dan keamanan nasional pasca-pengungkapan kasus penyadapan ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengonfirmasi pengerahan personel dalam jumlah besar dari tiga matra (TNI AD, TNI AL, dan TNI AU) menuju wilayah DKI Jakarta.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menjelaskan bahwa pergerakan prajurit tersebut merupakan langkah siaga menjaga keutuhan NKRI dan perlindungan bangsa.
"Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku," kata Mayjen Nas saat dikonfirmasi di Jakarta.
Meskipun detail jumlah prajurit, titik penempatan, maupun kepastian kaitan pergerakan pasukan dengan dinamika keamanan ibu kota belum dibeberkan secara terperinci oleh pihak Mabes TNI maupun Kadispenal, kehadiran pasukan di Jakarta menegaskan komitmen pengamanan ketat di sekeliling pimpinan negara dan objek vital nasional.
Belanja di KOJULIO
Lihat semuaBerita terkait

Ikhtiar Kebangkitan Partai Persatuan Pembangunan
7 Nov 2026

Sudahkah Anda Terdaftar di BSU 2026 Yang Akan Cair
7 Nov 2026

Ketika Takdir Politik Gibran Diuji dan Peta Suksesi Bergulir
7 Nov 2026

Bayang-Bayang Pembatas di Balik Senyum Kekuasaan, Membaca Relasi Jokowi, Prabowo, dan Gibran
7 Nov 2026



