GERMANU Kecam Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Desak Kapolri Bentuk Tim Khusus

Ustaz Nurhasan, menegaskan bahwa aksi penggerebekan yang dilakukan oleh aparat tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, termasuk atas nama penegakan hukum terkait kasus pembakaran sebuah warung makan mie babi.

fudin2 Nov 2026, 01.27 WIB 559 kali dibaca

GERMANU Kecam Penggerebekan Pesantren di Sukoharjo dan Karanganyar, Desak Kapolri Bentuk Tim Khusus
Foto istimewa

Jakarta, berita kojulio - Penggerebekan dan penggeledahan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an khusus santriwati di Mojolaban, Sukoharjo, serta sebuah lokasi di Jenawi, Karanganyar, oleh Polda Jawa Tengah pada 27 Oktober 2026 menuai kecaman publik. Tindakan aparat kepolisian tersebut dinilai menyalahi prosedur dan memperlakukan santriwati secara tidak patut.

Kecaman keras salah satunya datang dari Gerakan Remaja Masjid Nusantara (GERMANU). Ketua Umum GERMANU, Ustaz Nurhasan, menegaskan bahwa aksi penggerebekan yang dilakukan oleh aparat tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, termasuk atas nama penegakan hukum terkait kasus pembakaran sebuah warung makan mie babi.

"Jika penggerebekan pondok pesantren ini murni penegakan hukum terkait pembakaran warung mie babi, seharusnya aparat tidak melakukan tindakan yang justru menodai penegakan hukum itu sendiri," ujar Ustaz Nurhasan dalam keterangannya.

Desak Kapolri Evaluasi Oknum Aparat

Atas peristiwa tersebut, GERMANU secara tegas meminta Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) untuk segera membentuk tim independen guna mengusut dugaan pelanggaran prosedur yang dilakukan oleh oknum aparat Polres Sukoharjo dan Polda Jawa Tengah.

Ustaz Nurhasan mengkhawatirkan, jika tindakan semacam ini dibiarkan tanpa evaluasi mendalam, pola serupa berpotensi terulang di lembaga pendidikan Islam atau pondok pesantren lainnya di Indonesia. Menurutnya, dalih penegakan hukum yang dikaitkan dengan narasi narapidana terorisme (napiter) tidak boleh dijadikan pembenaran untuk tindakan semena-mena.

Imbau Remaja Masjid Kawal Kasus dan Jaga NKRI

Selain mendesak pengusutan tuntas, GERMANU menyerukan kepada seluruh jaringan generasi remaja masjid di Indonesia untuk terus mengawal penanganan kasus ini hingga tuntas dan transparan.

Di sisi lain, Ustaz Nurhasan juga mengingatkan pentingnya peran generasi muda dalam merawat kedamaian bangsa. Ia mengajak seluruh elemen Remaja Masjid Nusantara untuk aktif memberikan edukasi kepada pemuda Indonesia agar senantiasa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam bingkai persatuan dan kesatuan bangsa.

Bagikan berita ini WhatsAppFacebookX (Twitter)

Belanja di KOJULIO

Lihat semua

Berita terkait